Warga Lore Sebut Patung Megalit Mirip Gajah Mada Terdapat di Lore

POSO – Warga Napu menyebutkan patung Megalit dan makam mirip Mahapatih Gajah Mada terdapat di Desa Katu Kecamatan Lore Tengah Kabupaten Poso, sejak di temukan warga Desa Katu beberapa tahun lalu.

Tokoh Masyarakat Lore, Ir Alfred Kabo mengklaim dengan penemuan Patung Megalit dan Makam mirip Gajah Mada tersebut, telah membuktikan dan memastikan Mahapatih Gajah Mada wafat dan di kuburkan di dataran Lore.

Alfred menjelaskan patung Megalit mirip Gajah Mada itu, terdapat di tepi jurang posisinya terbaring di atas tanah hanya setengah badan dari pinggang hingga kepala dengan panjang keseluruhan mencapai dua meter. Sementara cirinya menggunakan selendang kebesaran raja, di bagian kepala terpahat seperti rambut memiliki sanggul tunggal di tengah.
“Saya sudah melihat patung itu, dan di pastikan itu adalah patung Mahapatih Gajah Mada yang asli, dan patung itu masih terlihat asli pahatan jaman kuno, karena belum berbentuk manusia utuh dengan pahatan jaman modern,” ujar Alfred, Minggu.
Sementara menurut Alfred dirinya juga meninjau langsung yang di duga makam Mahapatih Gajah Mada yang lokasinya tujuh kilometer dari patung Gajah Mada, tepatnya di atas gunung desa Katu. Di ceritakan makam berupa batu yang memiliki penutup batu (kalamba), tubuh Gajah Mada di kuburkan di dalam batu.
Menurutnya, dalam sejarahnya Gajah Mada melarikan diri dari kejaran pasukan kerajaan atas perintah Raja Majapahit, Gajah Mada melarikan diri bersama pasukannya berlayar menggunakan perahu sakti dan singgah di tempat yang di sebut pandang-pandang yang saat itu di sebut ujung Pandang atau Makassar.
Kemudian Gajah Mada terus melanjutkan pelarian menggunakan perahu melalui sungai lariang yang akhirnya singgah di Desa Watutau Kecamatan Lore Peore, dan meletakkan perahunya, tempat itu masih ada dan di keramatkan oleh warga setempat.
Dari Desa Watutau, Gajah Mada kemudian berjalan menelusuri hutan hingga tiba di Desa Rompo dan melakukan peperangan dengan pasukan setempat, saat itu Gajah Mada berhasil memenangkan perang dan melanjutkan perjalanan menuju Desa Katu dan mengakhiri hidupnya di Desa Katu.
Pemuda Lore aktifis LSM, Jemi Klif Poba dan Yuda Humardani Mondolu yang pernah melihat langsung patung tersebut, mengakui patung tersebut mirip Mahapatih Gajah Mada seperti yang di ceritakan dalam sejarah.
Menurut mereka, dengan mengakitkan dengan Gajah Mada itu, ada tongkat sakti mirip seperti tongkat komando para jenderal. Tongkat tersebut berwarna hitam yang di ujungnya ada keris dengan panjang 80 cm, yang saat ini masih di pegang oleh salah seorang di Desa Watutau.
Arkeolog Sulawesi Tengah, Iksan Djorimi yang di hubungi mengatakan isu adanya patung mirip Mahapatih Gajah Mada itu, sudah pernah di dengar namun menurutnya, secara arkeologi belum bisa di buktikan.
“Sah-sah saja orang berpendapat seperti itu, di Buton orang di sana berpendapat seperti itu juga, tapi kalau menurut penelitian arkeologi, belum ada yang mengacu pada angka tahun jaman Majapahit itu,” tutur Iksan.
Menurutnya, pihak arkeologi belum pernah meneliti tentang isu patung mirip Gajah Mada itu. Ia katakan tidak semua situs di lore terupdate, namun pihak arkeologi telah mengambil sampel untuk menunjukan usianya. Situs yang tertua di bagian Lore tersebut ada di Lore Tengah yakni patung Pokekea dan lainnya yang di perkirakan umurnya mencapai 3.000 tahun lebih.(ANTARA)

Sumber : Berita Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.