RUMAH GURU 4.0 batch#5: PENERAPAN COACHING DALAM PENDIDIKAN

Senin, 13 Juli 2020, LPMP Sulawei Tengah melalui Program Rumah Guru 4.0 batch #5 melaksanakan kegiatan dengan tema Penerapan Coaching dalam Pendidikan. Coaching merupakan salah satu metode yang efektif untuk diterapkan dalam bidang pendidikan yang prosesnya berpusat pada siswa. Dengan metode ini, pendidik dapat mendorong peserta didik untuk menerapkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kreatif. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan manfaat penerapan coaching bagi pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.

Kegiatan Rumah Guru 4.0 ini dilaksanakan melalui media daring video converence (vicon) dengan menggunakan aplikasi Zoom. Peserta pada kegiatan ini adalah pendidik, tenaga kependidikan dan pemangku kepentingan pada bidang pendidikan.

 

 

 

 

Kepala LPMP Sulawesi Tengah, H. Muhammad Askari, S. H., M. Si., pada saat membuka kegiatan ini menyampailan bahwa kebijakan program merdeka belajar, gagasan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, ini merupakan pilihan bebas yang dapat diberikan kepada murid agar sesuai dengan minat dan karakter mereka.  Askari juga mengingatkan bahwa tugas guru tidak hanya menjalankan kurikulum tetapi juga menjadi penghubung antara kurikulum dan minat siswa, setiap orang memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Diakhir sambutannya, Askari menyampaikan bahwa dalam dunia yang terus berubah yang dibutuhkan bukanlah seorang pekerja yang hanya bisa mematuhi perintah, tapi seseorang yang bisa dengan kreatif memecahkan masalah dan membuat terobosan, seorang yang tak tergantikan, menjadi dirinya sendiri. Optimalisasi potensi dan kompetensi coaching seorang guru bisa mengantarkan prestasi peserta didik pada potensi terbaik mereka sehingga peran guru sebagai pewaris profetik dalam mendidik generasi umat bisa terwujud.

Dr. Ismarli Muis, M. Si., Psikolog. ACC, Dosen Psikologi Universitas Negeri Makassar menjadi pembicara pada Program Rumah Guru 4.0 batch#5 ini dengan materi Penerapan Coaching dalam Pendidikan. Pada pemaparannya, Ismarli mengatakan bahwa antara teaching dan coaching itu berbeda, perbedaan ini dapat dilihat dari segi peran, posisi, metode pengembangan, fokus belajar, pencapaian goal, dan tanggungjawab. Pada kesempatan ini disampaikan juga bahwa ada dua elemen kunci dalam coaching, yaitu: awareness dan responsibility. Pada saat pemaparannya, pemateri memberikan beberapa pertanyan kepada peserta sehingga membuat suasana semakin seru dan peserta semakin antusias karena langsung mempraktekkan bagaimana coaching dilaksanakan. Marnih Malkab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *