Bimbingan Teknis Tim Pengembang Kurikulum 2013 Tingkat Kabupaten/Kota Jenjang SD Tahap I

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 160 Tahun 2014 tentang Pemberlakuan Kurikulum Tahun 2006 dan Kurikulum 2013 pasal 4, dinyatakan bahwa “satuan pendidikan dasar dan pendidikan menengah dapat melaksanakan Kurikulum tahun 2006 paling lama sampai dengan tahun pelajaran 2019/2020.

Ketentuan ini memberi kesempatan kepada sekolah yang belum siap melaksanakan K13 untuk tetap melaksanakan Kurikulum 2006 sambil melakukan persiapan-persiapan sehingga selambat-lambatnya pada tahun 2020 sekolah tersebut telah mengimplementasikan K13 setelah mencapai kesiapan yang optimal.

Kurikulum 2013 telah diterapkan sejak tahun 2014, 2015, 2016 secara berturut-turut di 6,25%, 18,75, dan 25% sekolah dasar di seluruh Indonesia. Kurikulum 2013 telah dilaksanakan di 37.034 sekolah dasar. Pada tahun pelajaran 2017/2018 ditargetkan pelaksanaan Kurikulum 2013 di 35% sekolah dasar sasaran baru atau sebanyak 52.572 sekolah, sehingga diharapkan sebanyak 60% dari seluruh sekolah dasar telah menerapkan Kurikulum 2013.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah dasar, maka perlu dilakukan pelatihan kepada semua pihak yang melakukan pembinaan, serta pendampingan terhadap pelaksana di tingkat satuan pendidikan, termasuk kepala sekolah, guru, serta pengawas.

Untuk tahun 2017, semua pelatih Kurikulum 2013 sekolah dasar (narasumber nasional, instruktur provinsi, dan instruktur kabupaten/kota) penyebutannya disederhanakan menjadi Instruktur Kurikulum. Pelatihan Instruktur Kurikulum pada tahun 2017 perlu dilakukan dengan maksud untuk memberikan penyegaran dan updating terhadap perkembangan terbaru dalam bentuk bimbingan teknis.

Bimtek dan pendampingan pelaksanaan Kurikulum 2013 di sekolah dasar diselenggarakan secara terkoordinasi antara Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Kabupaten/kota, LPMP, dan satuan pendidikan sesuai dengan tugas dan peran masing-masing. Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar melaksanakan bimtek tim pengembang Kurikulum 2013 sekolah dasar tingkat pusat yang terdiri atas instruktur kurikulum tingkat pusat dan provinsi, sedangkan LPMP melaksanakan bimtek terhadap instruktur kurikulum tingkat kabupaten/kota serta guru sasaran melalui kegiatan bimbingan teknis dan pendampingan.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka LPMP Sulawesi Tengah menyelenggarakan Bimtek Tim Pengembang Kurikulum 2013 tingkat Kabupaten/Kota Jenjang Sekolah Dasar Tahap I yang dilaksanakan selama 4 hari yang dimulai pada tanggal 24 s.d. 27 Maret 2017 di LPMP Sulawesi Tengah.

Tujuan umum bimtek kurikulum 2013 sekolah dasar adalah untuk memberikan penyegaran kepada semua instruktur kurikulum 2013 dalam rangka meningkatkan wawasan dan updating sesuai dengan dinamika dan perkembangan kebijakan terkini.

Secara khusus, kegiatan bimbingan teknis penerapan kurikulum 2013 sekolah dasar bertujuan untuk :

  1. Meningkatkan pemahaman instruktur kurikulum dalam melakukan pembinaan dan pendampingan pelaksanaan kurikulum 2013 sekolah dasar.
  2. Meningkatkan keterampilan instruktur kurikulum dalam mengimplementasikan Kurikulum 2013 SD sesuai dengan perkembangan.
  3. Memberikan bekal kepada semua instruktur dengan bahan dan materi yang diperlukan untuk mendampingi sekolah dalam menerapkan Kurikulum 2013.
  4. Memfasilitasi dan mendampingi satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum 2013 secara efektif dan efisien, sesuai dengan landasan psikologis pengembangan kurikulum.
  5. Memberikan penguatan kepada peserta bimtek berkenaan dengan materi pokok, materi umum, dan materi penunjang terkait dengan implementasi Kurikulum 2013.
  6. Mengembangkan keterampilan peserta bimtek dalam melaksanakan pendampingan terhadap guru, kepala sekolah, pengawas dan pemangku pendidikan di sekolah dalam implementasi Kurikulum 2013.
  7. Memberikan fasilitasi kepada sekolah sasaran dalam menerapkan Kurikulum 2013.
  8. Memberikan bantuan konsultasi, pemodelan (modelling) dan penguatan secara personal dan spesifik (coaching) bagi guru, kepala sekolah, pengawas dan pemangku pendidikan dalam implementasi Kurikulum 2013 secara langsung di sekolah.
  9. Membantu memberikan solusi kontekstual dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi sekolah sasaran dalam implementasi Kurikulum 2013.
  10. Meningkatkan keterampilan guru dalam menggunakan buku guru dan siswa, menyusun RPP, mengelola pembelajaran, melakukan penilaian pembelajaran,mengisi buku rapor dan menerapkan literasi serta penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran.

Peserta Bimtek Tim Pengembang Kurikulum 2013 tingkat Kabupaten/Kota jenjang Sekolah Dasar tahap I ini adalah Instruktur Kurikulum 2013 sebanyak 81 orang. Peserta tahap I ini berasal dari kabupaten Morowali, Morowali Utara, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol dan Tolitoli.

Narasumber pada kegiatan ini adalah pejabat struktural LPMP Sulawesi Tengah, Instruktur Kurikulum 2013 SD tingkat Provinsi yang telah mengikuti penyegaran, dan pengelola data kurikulum 2013 jenjang SD.

Kegiatan Bimtek Tim Pengembang Kurikulum 2013 Tingkat Kabupaten/kota jenjang sekolah dasar tahap I ini dibuka oleh kepala LPMP Sulawesi Tengah, H. Muhammad Askari, SH., M. Si., dan dihadiri oleh Kepala Seksi Fasilitasi Penjaminan Mutu Pendidikan, Dra. Sehan dan Koordinator Widyaiswara LPMP Sulawesi Tengah, Drs. Teguh Haryadi, M.Pd.. Dalam sambutannya, kepala LPMP Sulawesi Tengah mengatakan bahwa ada 3 hal yang menjadi agenda/fokus dalam implementasi Kurikulum 2013, yaitu: 1) penguatan pendidikan karakter; 2) penguatan literasi; dan 3) pembelajaran abad 21. Ditegaskannya bahwa gerakan penguatan pendidikan karakter sebagai tradisi dan roh utama pendidikan. Kurikulum 2013 untuk tahun ini dilaksanakan dengan biaya APBN, dan diperkirakan untuk tahun 2020 adalah biaya APBD. *Marnih Malkab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *